PROFIL





-->
PROFIL SEKOLAH

A.    Identitas Sekolah:

a.    Nama Sekolah            :  SMA NEGERI 2 MENGGALA
      Status Sekolah             :  NEGERI
      Tahun berdiri               :  2004
      Akreditasi                   :  B (Tahun 2008)

b.   Alamat Sekolah           :  Jl. Lintas Timur Tiuh Tohou, Menggala
      Provinsi                       :  Lampung
      Kabupaten                   :  Tulang Bawang
      Kecamatan                  :  Menggala
      Desa                            :  Tiuh Tohou
      Jalan                            :  Jl. Lintas Timur No 2, Tiuh Tohou
      Kode Pos                    :  34614
      Telepon/Fax.               :  Telp.082880415389                         Fax.:  (belum ada)
      E – Mail/Website        :  E – Mail:sman2menggala @ymail.com
       Facebook                   : Smandagala Community
        
  1. Nomor Rekening Bank  : 
Nama Bank                 
Alamat Bank               : 
Nomor Telepon Bank  : 
Nama Pemegang Rekening:

  Nama  :                      Jabatan:  Kepala Sekolah.


B. Identitas Kepala Sekolah

Nama Kepala SMA                 : Febriansah,S.Pd
NIP                                         : 196702071994121002
Ijazah terakhir                         : Sarjana Pendidikan
     SK Pengangkatan Kepala Sekolah:
Nomor                                     :
Tanggal                                   :
TMT                                        :

C.  Letak Geografis dan Kondisi Lingkungan
Secara geografis SMAN 2 Menggala yang beralamat di Jl. Lintas Timur No.3 Tiuh Toho, berada dekat dengan pusat Pemda Tulang Bawang.  Selain lateknya yang strategis, mudah dijangkau dan transportasi lancar juga berdekatan dengan beberapa fasilitas umum lainya. Hal ini memudahkan para siswa dan guru yang berasal dari segala penjuru Kab. Tulang Bawang.
Kondisi lingkungan di sekitar SMAN 2 Menggala sangat mendukung untuk terciptanya suasana pembelajaran yang nyaman, walaupun berada di jalan raya trans sumatera namun telah disediakan jalur alternatif dan bangunan sekolah yang terdekat berjarak 20 m dari jalan raya sehigga tingkat kebisingannya relatif rendah.   Mengingat letak sekolah berdekatan dengan beberapa fasilitas pemerintah cukup lengkap dan saling mendukung juga masyarakat setempat sangat mendukung adanya kegiatan pendidikan hal ini merupakan salah satu penunjang untuk keberhasilan belajar siswa.
DKeadaan Sekolah
     1)  Program Khusus          
 SMA Negeri 2 Menggala berdiri sejak T.P. 2004/2005 sementara menumpang gedung milik Dinas Pendidikan Kab. Tulang Bawang, pada awalnya hanya menampung siswa lulusan SMP dan MTs di Kecamatan Menggala dan sekiitarnya.  Pada tahun pertama berdiri memiliki siswa berjumlah 80 siswa (2 rombongan belajar) dan T.P. 2005/2006 menerima siswa berjumlah 80 siswa (2 rombongan belajar) pada kedua tahun pelajaran tersebut siswa dibebani biaya sekolah (SOP dan dana Ektrakurikuler).

Pada T.P. 2006/2007 menerima siswa 120 (3 rombongan belajar) yang berasal dari lulusan SMP/MTs Negeri/swasta seluruh Kab. Tulang Bawang yang memiliki peringkat 10 besar di sekolahnya dan siswa-siswinya tidak dibebani biaya sekolah, yaitu seluruh biaya pendidikan di SMAN 2 Menggala disubsidi oleh Pemda Tulang Bawang termasuk seragam, makan 3 kali, asrama dan transportasi dibebankan pada APBD Kab. Tulang Bawang. Kini program tersebut telah memasuki tahun yang kedua yaitu pada tahun pelajaran 2007/2008 menerima 90 siswa, sehingga jumlah total siswa yang dibiayai oleh Pemkab. Tulang Bawang 207 orang yaitu kelas X = 90 orang diasramakan di Tiuh Toho, dan kelas XI = 117 di Islamic Center Menggala.  Sedangkan untuk kelas XII = 72 orang  program biasa biaya pendidikan dan fasilitas lainya dibebankan pada orang tua masing-masing.
Dengan demikian SMA Negeri 2 Menggala oleh Bupati Tulang Bawang Drs. Abdurrahman Sarbini, SH, MM, T.P. 2006/2007 direkomendasikan  untuk menjadi sekolah unggulan di Kab. Tulang Bawang dengan harapan dapat mengangkat harkat dan martabat Kab. Tulang Bawang khususnya di bidang pendidikan.  
2) Kurikulum yang digunakan
NO
TAHUN PELAJARAN
KELAS
KURIKULUM
1.
2004/2005
X
KBK/KUR. TH 2004
2.
2005/2006
X, XI
KBK/KUR. TH 2004
3.
2006/2007
X
XI, XII
KTSP
KBK/KUR. TH 2004
4.
2007/2008
X, XI
XII
KTSP
KBK/KUR. TH 2004
5
2008/2009
X, XI
XII
KTSP
KTSP
                 
       3) Keadaan siswa               
TAHUN PELAJARAN
JUMLAH SISWA
JUMLAH SISWA BARU
Kelas X
Kelas XI
Kelas XII
Jumlah
Pendaftar
Diterima
2004/2005
80
(2 Rombel)
-
-
80
(2 Rombel)
90
80
2005/2006
80
(2 Rombel)
70
(2 Rombel)
-
150
(4 Rombel)
100
80
2006/2007
120
(3 Rombel)
80
(2 Rombel)
60
(2 Rombel) 
260
(7 Rombel)
145
120
2007/2008
90
(3 Rombel)
117
(3 Rombel)
72
(2 Rombel)
279
(8 Rombel)
146
90
2008/2009
96
(3 Rombel)
90
(3 Rombel)
108
(3 Rombel)
279
(9 Rombel)
146
96
2009/2010
89
(4 Rombel)
88
(4 Rombel)
90
(4 Rombel)
267
(12 Rombel)
114
96


4) Keadaan Input dan Output

TAHUN PELAJARN
JML
SISWA
IN PUT
NILAI RATA-RATA      U N   INPUT
JML
SISWA
OUT PUT
NILAI RATA-RATA  U  N   OUTPUT
MELANJUT KAN

BHS IND

BHS ING

MTK
BHSIND
BHS ING

MTK

FIS

KIM
BIO
EKO
GEO
SOS

PTN

PTS
2004/2005
50
6,60
6,20
6,33
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
2005/2006
80
7,78
6,99
6,33
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
2006/2007
120
7,61
7,63
7,35
56
7,30
7,70
7,35
-
-
-
5,90
-
-
1
15
2007/2008
90
8,53
7,50
8,32
72
6,20
7,08
7,22
6,39
6,68
7,98
7,39
7,28
7,24
2
30
2008/2009
96
8,26
7,65
8,19

6.85
8.05
6.29
8.41
8.23
7.83
6.89
7.26
6.23
18
20
2009/2010

















6) Keadaaan Sarana dan Prasarana
Luas tanah yang dimiliki SMAN 2 Menggala 20.000 M² merupakan hibah dari Pemda Kab. Tulang Bawang tahun 2006.  Prasana gedung yang ada merupakan USB APBN tahun 2006 sebanyak 3 unit dan dana shaering dari APBD sebanyak 5 unit. Adapun jenis dan jumlah prasarana yang dimiliki SMAN 2 Menggala sampai T.P. 2008/2009 tampak pada gambar berikut ini.

a)  Keadaan Prasarana

NO
JENIS
JML
(Unit)
UKURAN
(m²)
KETERANGAN
1.
Ruang kelas
12
@ 72
Baik
2.
Ruang perpustakaan
1
72
Baik
3.
Laboratorium Biologi
-
-
Belum ada
4.
Laboratorium Fisika
-
-
Belum ada
5.
Laboratorium Kimia
1
88
Lab. IPA Terpadu
6.
Laboratorium Komputer
-
-
Belum ada
7.
Laboratorium Bahasa
-
-
Belum ada
8.
Ruang pimpinan
1
12
Baik
9.
Ruang guru
1
150
Baik
10.
Ruang tata usaha
1
120
Baik
  11.
Tempat beribadah (Musholla)
1
1
Baik
12.
Ruang konseling
1
24
Baik
13.
Ruang UKS
1
24
Baik
14.
Ruang organisasi kesiswaan
1
24
Baik
15.
Jamban
8
36
Baik
16.
Gudang
1
12
Baik
17.
Ruang bermain/ berolahraga
1
500
Baik
18.
Asrama Siswa
46 kamar
1240
Baik utk 186 siswa


b) Keadaan Sarana Penunjang
NO
JENIS
SARANA
JUMLAH
KETERANGAN
1.

Ruang kelas
- Meja siswa
- Kursi siswa
- Meja guru
- Kursi guru
- Whiteboard
- Tempat sampah
- Soket liastrik
- Jam dinding
325
325
10
10
10
9
9
9
25 rusak
25 rusak
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
2.
Ruang perpustakaan
- Buku pelajaran
- Buku pegangan guru
- Buku Fiksi/non fiksi
 - Buku referensi (Kamus,  UUD, Silabus dll)
Sumber belajar (CD, Globe, peta)
- Lemari buku
- Meja baca (besar)
- Kursi baca
- Meja dan kursi petugas
1473
33
43
26

50
6
8
40
1 set
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
3.
Laboratorium Biologi
- Ruang dan Perabot
Alat peraga (Model dan Gbr)
- Alat dan Bahan Perc.
- Bahan habis pakai
- Perlengkapan lain
-
50%
50 %
50 %
10 %
Belum ada
dari kebutuhan
dari kebutuhan
dari kebutuhan
dari kebutuhan
4.
Laboratorium Fisika
- Ruang dan Perabot
Bahan dan alat ukur dasar
- Alat percobaan
- Bahan habis pakai
- Perlengkapan lain
-
50 %
50 %
50 %
10 %
Belum ada
dari kebutuhan
dari kebutuhan
dari kebutuhan
dari kebutuhan
5.


Laboratorium Kimia
Ruang
     - Meja kerja siwa (besar)
     - Kursi siswa
     - Lemari alat
     - Meja demontrasi
     - Meja persiapan
     - Bak cuci
     Lemari asam
Peralatan Pendidikan
Bahan habis pakai
1
6
10
3
1
1
4
-
50 %
50 %

Ada
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Belum ada
dari kebutuhan
dari kebutuhan
6.
Laboratorium Komputer
Ruang
- Perabot
- Komputer
- Printer
- LAN
Scaner
- Jaringan Internet
-
11
11
1
16
-
-
Belum ada
Untuk siswa + 1 guru
Untuk siswa + 1 guru
Rusak
Baik
Belum ada
Belum ada
7.
Laboratorium Bahasa
-
-
Belum ada
8.
Ruang pimpinan
- Meja dan kursi pimpinan
- Lemari
- Kursi tamu
- Papan
1 set
1
1 set
1
Baik
Baik
Baik
Baik
9.
Ruang guru
- Meja dan Kursi guru
- Lamari
- Kursi tamu
- Papan pengumuman
- Jam dinding
- Tempat cuci
40 set
4
1 set
1
1
1
Baik
Digunakan bersama
Baik
Baik
Baik
Baik
10.
Ruang tata usaha
- Meja dan kursi staf TU
- Lemari Arsip
- Mesin Tik
- Komputer dan printer
- Filing kabinet
- Brankas
- Telepon
5
3
1
1
-
-
1
Baik
Baik
Baik
Baik
Belum ada
Belum ada
Baik
  11.
Tempat beribadah (Musholla)
-
-
Belum ada
12.
Ruang konseling
Perabot
-
Belum lengkap
13.
Ruang UKS
Perabot
-
Belum lengkap
14.
Ruang organisasi kesiswaan
Perabot
50 %
Dari kebutuhan
15.
Jamban Siswa
Kloset dan bak
6
Baik
16.
Gudang
Lemari
2
Baik
17.
Sarana berolahraga/ bermain
- Lapangan Voly
- Lapangan Futsal
- Peralatan sepak Bola
- Peralatan Voly
- Peralatan Altetik
- Peralatan senam (matras)
2
1
2
2
-
2
Baik
Belum lengkap
Baik
Baik
Belum lengkap
Belum lengkap
18.
Asrama Siswa
Kamar
48
Pemeliharaan
19.
Media Pembelajaran
- Tape recorder
- VCD Player
- TV 21” dan 29”
- Speaker aktiv
- Lap Top
- LCD proyektor + layar
1
2
@ 1
1 set
1
1 set
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik



7) Keunggulan dan Prestasi Sekolah
a.  Kunggulan Sekolah
Pada T.P. 2006/2007 menerima siswa 120 (3 rombongan belajar) yang berasal dari lulusan SMP/MTs Negeri/swasta seluruh Kab. Tulang Bawang yang memiliki peringkat 10 besar di sekolahnya dan siswa-siswinya tidak dibebani biaya sekolah, yaitu seluruh biaya pendidikan di SMAN 2 Menggala disubsidi oleh Pemda Tulang Bawang termasuk seragam, makan 3 kali, asrama dan transportasi dibebankan pada APBD Kab. Tulang Bawang. Kini program tersebut telah memasuki tahun yang kedua yaitu pada tahun pelajaran 2007/2008 menerima 90 siswa, sehingga jumlah total siswa yang dibiayai oleh Pemkab. Tulang Bawang 207 orang yaitu kelas X = 90 orang diasramakan di Tiuh Toho, dan kelas XI = 117 di Islamic Center Menggala.  Sedangkan untuk kelas XII = 72 orang  program biasa biaya pendidikan dan fasilitas lainya dibebankan pada orang tua masing-masing.
Dengan demikian SMA Negeri 2 Menggala oleh Bupati Tulang Bawang Drs. Abdurrahman Sarbini, SH, MM, T.P. 2006/2007 direkomendasikan  untuk menjadi sekolah unggulan di Kab. Tulang Bawang dengan harapan dapat mengangkat harkat dan martabat Kab. Tulang Bawang khususnya di bidang pendidikan.
b.      Prestasi Sekolah
1. Perestasi Akademik
NO
PRESTASI
JUARA
TINGKAT
TAHUN
1.
Wakil Paskibra = 3 Orang
-
Kabupaten
2005
2.
Olimpiade Astronomi
I
Kabupaten
2006
3.
Olimpiade Biologi
III
Kabupaten
2006
4.
Lukis Poster Hari Kesehatan
I
Kabupaten
2006
5.
Wakil Paskibra = 3 Orang
-
Kabupaten
2006
6.
Olimpiade TIK
I
Kabupaten
2007
7.
Wakil Paskibra = 1 Orang
-
Provinsi
2007
8.
Mengarang HUT Radar Tuba
I, II
Kabupaten
2007
9.
LCT MIPA
I
Kabupaten
2007
10.
LCT UUD 1945
I
Kabupaten
2007
11.
Olimpiade Matematika
III
Kabupaten
2008
12.
Olimpiade Fisika
I
Kabupaten
2008
13.
Olimpiade TIK
I
Kabupaten
2008
14.
Olimpiade Geologi/Kebumian
I
Privinsi
2008
15.
I,II,III,IV
Kabupaten
2008
16.
Pidato Bahasa Indonesia
I dan IV
Kabupaten
2008
17.
Karya Ilmiah
III
Kabupaten
2008
18.
Pidato Bahasa Inggris
III
Kabupaten
2009
19.
Pidato Bahasa Inggris
I
Kabupaten
2009
20.
Olimpiade Kebumian
I
Kabupaten
2009
21.
Olimpiade Astronomi
I
Kabupaten
2009
22.
Olimpiade Fisika
II
Kabupaten
2009
23.
Olimpiade TIK
II
Kabupaten
2009
24.
Olimpiade Ekonomi
II
Kabupaten
2009
25.
Olimpiade Biologi
III
Kabupaten
2009
2.  Prestasi Non Akademik
NO
PRESTASI
JUARA
TINGKAT
TAHUN
1.
Lari 100 M Putra POPDA
I
Kabupaten
2006
2.
Gerak Jalan Putri HUT RI
I
Kabupaten
2006
3.
Lompat Jauh Putri POPDA
I
Kabupaten
2006
4.
Pencak Silat Putra POPDA
I
Kabupaten
2007
5.
Pencak Silat Putri POPDA
II
Kabupaten
2007
6.
Karate Putra POPDA
II
Kabupaten
2007
7.
Tenis Meja Beregu Putri POPDA
I
Kabupaten
2007
8.
Lari 200 m Putri POPDA
III
Kabupaten
2007
9.
Lompat Jauh Putri POPDA
III
Kabupaten
2007
10.
Gerak Jalan Putri HUT RI
II
Kabupaten
2007
11.
Muli Meghanei HUT TUBA
III
Kabupaten
2007
12.
Tari Kreasi Nusantara HUT TUBA
II
Kabupaten
2008
13.
Pop Lampung HUT TUBA
III
Kabupaten
2008
14.
Festival Band
III
Kabupaten
2008
15.
Tendanisasi PMR Wira
I
Nasional
2008
16.
Pertolongan Pertama PMR Wira
II
Nasional
2008
17.
Perawatan Keluarga PMR Wira
III
Nasional
2008
18.
Lukis Poster PMR Wira
I
Nasional
2008
19.
Invitasi PMR Wira/Madya KSR PMI Unila
Juara Umum
Nasional
2008
20.
Tendanisasi PMR Wira
I
Sumbagsel
2009
21.
Peragaan Tandu Darurat Putra Wira
I
Sumbagsel
2009
22.
Parodi  PMR Wira
I
Sumbagsel
2009
23.
Lukis Poster PMR Wira
II
Sumbagsel
2009
24.
Penyuluhan B. Inggris
III
Sumbagsel
2009
25
Invitasi PMR Wira/Madya KSR Al-Kautsar
Juara Favorit
Sumbagsel
2009
26.
Gerak Jalan Putri HUT TUBA
II
Kabupaten
2009
27.
Volly Ball HUT TUBA
II
Kabupaten
2009
28.
POP Daerah Putri
I
Kabupaten
2009
29.
POP Daerah Putra
III
Kabupaten
2009
30.
Pencak Silat Putra POPDA
III
Propinsi
2009
31.




32.








BAB  III
RENCANA STRATEGI  SEKOLAH

A.   Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah:
1.    Visi               
Unggul dalam prestasi dan karya serta berahlak mulia yang bertumpu pada agama dan budaya Lampung.

       2.    Misi
1.    Menciptakan lingkungan  pembelajaran yang kondusif dalam upaya meningkatkan prestasi dan karya
2.    Menumbuh kembangkan semangat keunggulan dan berahlak mulia kepada para peserta didik, guru dan karyawan sehingga berkemauan kuat untuk berprestasi dan berkarya
3.    Meningkatkan profesionalime dan kesejahteraan  seluruh tenaga pendidik dan kependidikan.
4.    Mengembangkan dan melestarikan budaya Lampung dalam pergaulan di lingkungan sekolah dan sekitarnya.  
B.   Tujuan Sekolah
1.      Mempersiapkan peserta didik agar menjadi manusia yang berahlak mulia, dapat berprestasi dan berkarya dalam bidang akademik, seni dan budaya.
2.      Meningkatkan mutu pembelajaran sehingga prestasi belajar siswa semakin baik dan lulusannya yang melanjutkan ke  perguruan tinggi semakin banyak
3.      Melengkapi dan mengembangkan sarana dan prasarana pembelajaran di sekolah untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran
4.         Membekali peserta didik agar memiliki kebanggaan terhadap budaya Lampung serta mampu mengembangkan diri secara mandiri.
C.   Tujuan Jangka Menengah (2006– 2010)
1.    Seluruh pendidik dan  tenaga kependidikan yang ada dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal, berdisiplin tinggi dan profesional serta menjujung tinggi nilai-nilai agama dan budaya yang berlaku.
2.    Melaksanakan pembelajaran berbasis ICT
3.    Menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran.
4.    Target pencapaian rata-rata nilai Ujian Nasional minimal  7,00
5.    75 % lulusan mampu berkomunikasi degan bahasa Inggris dengan baik
6.    40 % lulusan dapat diterima di PTN melalui jalur SPMB, PMDK dan PTS yang terakreditasi.


7.    Lulusan memilki kompetensi kecakapan hidup dan ketrampilan yang bermanfaat bagi masyarakat.
8.    Meningkatnya kerjasama dengan dunia pendidikan dan instansi terkait.
9.    Meningkatnya dukungan komite sekolah dan Pemda Kab. Tulang Bawang.
10. Dapat mengembangkan potensi dan budaya Lampung.

D.   Tujuan Situasional/Sasaran
1.    Tujuan Tahun Pelajaran 2006/2007
1)    Mengidentifikasi budaya yang positif melalui pemotretan budaya Lampung
2)    Meningkatkan jaringan kerjasama antar sekolah
3)    Meningkatkan kompetensi guru melalui Diklat, IHT, Workshop
4)    Menambah ruang belajar dan prasarana lainya
5)    Mengupayakan bantuan Blok Grant
6)    Meningkatkan partisipasi komite sekolah dan Pemkab Tulang Bawang
7)    Monitoring dan evaluasi guna penyempurnaan KTSP
8)    Kelulusan UN minimal 90 % dan nilai rata-ratanya minimal 65
9)    Memotivasi lulusan berminat melanjutkan ke perguruan tinggi
10)  Mengaktifkan seluruh kegiatan ekstrakurikuler

2.    Tujuan Tahun Pelajaran 2007/2008
1)    Mengembangkan budaya  Lampung di sekolah.
2)    Menetapkan sekolah-sekolah rujukan
3)    Melaksanakan pelatihan komputer dan bahasa inggris untuk guru dan TU
4)    Mengupayakan bantuan Blok Grant untuk pelaksanaan KTSP
5)    Meningkatkan motovasi belajar siswa agar memamfaatkan sumber belajar yang ada (perpustakaan dan Laboratorium)
6)    Menambah 1 Laboratorium Bahasa dan 1 unit Asrama
7)    Menambah perangkat Komputer untuk praktik siswa
8)    Nilai rata-rata UN minimal 67
9)    20 % lulusan dapat diterima di PTN dan PTS terakreditasi.
10)  Menjadi sekolah rintisan SKM/SSN
3.    Tujuan Tahun Pelajaran 2008/2009
       1)  Peningkatkan pengembangan budaya Lampung di sekolah
2)    Menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah rujukan
3)    75 % guru dan TU mampu mengoperasikan komputer
4)    Mengusulkan bantuan Blok Grant untuk pelaksanaan SKM/SSN
5)    Meningkatkan kompetensi siswa di bidang komputer dan bahasa Inggris
6)    Menambah dan memperbaiki sarana dan prasarana penunjang pendidikan


7)    Nilai rata-rata UN minimal 68
8)    25 % lulusan dapat diterima di PTN dan PTS terakreditasi.
9)    Meningkatkan dukungan komite sekolah dan Pemda kab. Tulang Bawang
10)  Memantapkan sekolah rintisan SKM/SSN

4.     Tujuan Tahun Pelajaran 2009/2010
       1)  Memantapkan pengembangan budaya Lampung di sekolah
2)    Meningkatkan kerjasama dengan sekolah-sekolah rujukan
3)    100% guru dan TU mampu mengoperasikan komputer
4)    Mengusulkan peningkatkan bantuan Blok Grant untuk pelaksanaan SKM/SSN
5)    65 %  siswa kompeten di bidang komputer dan bahasa Inggris
6)    Menambah 1 laboratorium Biologi
7)    Nilai rata-rata UN minimal 69
8)    30 % lulusan dapat diterima di PTN dan PTS terakreditasi.
9)    Meningkatkan dukungan komite sekolah dan Pemda kab. Tulang Bawang
10)  Menjadi sekolah dalam katagori SKM/SSN

5.    Tujuan Tahun Pelajaran 2010/2011
1)    Seluruh pendidik dan  tenaga kependidikan yang ada dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal, berdisiplin tinggi dan profesional serta menjujung tinggi nilai-nilai agama dan budaya yang berlaku.
2)    Melaksanakan pembelajaran berbasis ICT
3)    Menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran.
4)    Target pencapaian rata-rata nilai Ujian Nasional minimal  7,00
5)    75 % lulusan mampu berkomunikasi degan bahasa Inggris dengan baik
6)    40 % lulusan dapat diterima di PTN melalui jalur SPMB, PMDK dan PTS yang terakreditasi.
7)    Lulusan memilki kompetensi kecakapan hidup dan ketrampilan yang bermanfaat bagi masyarakat.
8)    Meningkatnya kerjasama dengan dunia pendidikan dan instansi terkait.
9)    Meningkatnya dukungan komite sekolah dan Pemda Kab. Tulang Bawang.
10)     Dapat mengembangkan potensi dan budaya Lampung.

BAB IV
PROGRAM BANTUAN RINTISAN SEKOLAH KATAGORI MANDIRI (SKM)/
SEKOLAH STANDAR NASIONAL (SSN)


1.  Pendahuluan

Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan telah menetapkan kebijakan tentang pengkategorian sekolah berdasarkan tingkat keterlaksanaan standar nasional pendidikan ke dalam kategori standar, mandiri dan bertaraf internasional. Pemerintah telah menetapkan bahwa satuan pendidikan wajib menyesuaikan diri dengan ketentuan tersebut paling lambat 7 (tujuh) tahun sejak diterbitkannya Peraturan Pemerintah tersebut. Sekolah Kategori Mandiri/Sekolah Standar Nasional (SKM/SSN) adalah sekolah yang telah memenuhi atau hampir memenuhi standar nasional pendidikan.

Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Direktorat Pembinaan SMA sejak tahun 2007 memprogramkan kegiatan rintisan SKM/SSN. Secara umum tujuan dari program rintisan SKM/SSN adalah: 1) mendorong sekolah untuk dapat menyelenggarakan pendidikan agar mencapai kondisi memenuhi/hampir memenuhi standar nasional pendidikan, 2) memberikan arahan upaya-upaya yang harus dilakukan sekolah untuk dapat memenuhi/ hampir memenuhi standar nasional pendidikan, 3) memberikan pendampingan kepada sekolah untuk mewujudkan SKM/SSN dalam kurun waktu tertentu, 4) menjalin kerjasama dan meningkatkan peran serta stakeholder pendidikan di SMA baik ditingkat pusat dan daerah dalam mengembangkan SKM/SSN, dan 5) mendapatkan model/rujukan SKM/SSN. Program rintisan SKM/SSN terdiri dari beberapa kegiatan yaitu identifikasi profil sekolah berdasarkan data yang dijaring melalui inventarisasi kondisi sekolah; penyusunan program kerja rintisan SKM/SSN oleh sekolah; penilaian, penyempurnaan dan penyepakatan program kerja melalui asistensi dan sinkronisasi program; dan supervisi dan evaluasi hasil pelaksanan program rintisan SKM/SSN.

Mendukung pelaksanaan program rintisan sekolah kategori mandiri dimaksud, Direktorat Pembinaan SMA pada tahun 2007 telah mengalokasikan dana bagi sejumlah sekolah dalam bentuk block grant melalui dana dekonsentrasi di masing-masing provinsi. Model penyaluran dana melalui block grant tersebut sesuai dengan prinsip dan tujuan yang terkandung dalam program Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) yaitu memandirikan dan memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif. Secara umum tujuan pemberian dana bantuan block grant adalah untuk : 1) mewujudkan perluasan dan pemerataan pendidikan melalui kesempatan memperoleh pendidikan di sekolah, 2) meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan melalui penyelenggaraan pembelajaran yang bermutu, 3) mendorong sekolah untuk melaksanakan school-based management (SBM) dalam rangka meningkatkan dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan di sekolah, dan 4) mendorong dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di SMA menuju SKM/SSN.

Pada tahun anggaran 2008 telah dianggarkan dana bantuan block grant rintisan SKM/SSN untuk 2.465 SMA yang tersebar di 33 Provinsi dan 465 Kabupaten/Kota masing-masing sebesar Rp. 100 Juta/sekolah. Pemilihan dan penetapan rintisan SKM/SSN penerima dana bantuan block grant dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi mengacu pada rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh Direktorat Pembinaan SMA. Bantuan dana block grant program rintisan SKM/SSN merupakan dana rangsangan yang pemanfaatannya langsung dikelola oleh sekolah penerima bantuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengacu pada program kerja yang telah disepakati antara pihak sekolah, Direktorat Pembinaan SMA dan Dinas Pendidikan Provinsi. Dana bantuan/block grant tersebut tidak diarahkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan sekolah terkait dengan program rintisan SKM/SSN sehingga kekurangannya dipenuhi secara mandiri oleh sekolah dan Dinas Pendidikan setempat.

Berkaitan dengan program rintisan SKM/SSN yang didukung dengan pemberian dana bantuan block grant, sekolah yang ditetapkan sebagai rintisan SKM/SSN diwajibkan menyusun program kerja. Sebagai acuan bagi sekolah dalam menyusun program kerja sekolah maka disusun Panduan Penyusunan Program Kerja Rintisan SKM/SSN.

 

2Prinsip-Prinsip Penyusunan Program Kerja


Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam menyusun program kerja rintisan SKM/SSN adalah sebagai berikut:
1.        Disusun secara sistematik, realistis dan operasional
2.        Mudah dibaca dan dipahami
3.        Disusun bersama oleh warga sekolah yang mencakup kepala sekolah, guru, karyawan, komite sekolah dan pengurus yayasan (sekolah swasta)
4.        Memuat semua informasi yang dibutuhkan terkait dengan pencapaian SKM/SSN dengan mengacu pada hasil inventarisasi kondisi yang dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi
5.        Memuat rencana kegiatan dan tahapan pelaksanaan semua program
6.        Mencantumkan kebutuhan dana, sumber dana dan penggunaannya
7.        Mencantumkan identitas sekolah
8.        Menyertakan lampiran yang berisi detail data yang diperlukan, termasuk hasil inventarisasi kondisi yang dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi
  
Dari ciri tersebut Sekolah Kategori Mandiri/Sekolah Standar Nasional memiliki profil sebagai persyaratan minimal yang meliputi :

a.     Dukungan Internal, yang meliputi :
1) Kinerja Sekolah indikator terakreditasi A, rerata nilai UN tiga tahun terakhir minimum 7,00, persentase kelulusan UN  ≥ 90 % untuk tiga tahun terakhir, animo tiga tahun terakhir > daya tampung, prestasi akademik dan non akademik yang diraih, melaksanakan  manajemen berbasis sekolah, jumlah siswa per kelas maksimal 32 orang, ada pertemuan rutin pimpinan dengan guru, ada pertemuan rutin sekolah dengan orang tua.
2) Kurikulum, dengan indikator memiliki kurikulum Sekolah Kategori Mandiri, beban studi   dinyatakan dengan satuan kredit semester, mata pelajaran yang ditawarkan ada yang wajib dan pilihanpanduan/dokumen penyelenggaraan, memiliki pedoman pembelajaran, memiliki pedoman pemilihan mata pelajaran sesuai dengan potensi dan minat, memiliki panduan menjajagi potensi peserta didik dan memiliki pedoman penilaian.
3) Kesiapan sekolah, dengan indikator  Sekolah menyatakan bersedia melaksanakan Sistem Kredit Semester, Persentase guru yang menyatakan ingin melaksanakan SKS ≥ 90%, Pernyataan staf administrasi akademik bersedia  melaksanakan SKS, Kemampuan staf administrasi akademik  dalam menggunakan komputer.
4) Sumber Daya Manusia, dengan indikator persentase guru memenuhi kualifikasi akademik ≥ 75%, relevansi guru setiap mata pelajaran dengan latar belakang pendidikan (90 %), rasio guru dan siswa, jumlah tenaga administrasi akademik memadai, tersedia guru bimbingan konseling/ karir.
5) Fasilitas di sekolah, dengan indiktor memiliki ruang kepala Sekolah, ruang wakil kepala sekolah, ruang guru, ruang bimbingan, ruang Unit Kesehatan, tempat  Olah Raga, tempat ibadah, lapangan bermain, komputer untuk administrasi, memiliki laboratorium: Bahasa, Teknologi informasi/komputer, Fisika, Kimia, Biologi, Multimedia, IPS, Perpustakaan yang memiliki koleksi buku setiap mata pelajaran, memberikan Layananan bimbingan karir
b.    Dukungan Eksternal untuk menyelenggarakan SKM/SSN berasal dari dukungan komite sekolah, orang tua peserta didik, dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dukungan dari tenaga pendamping pelaksanaan SKS.










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar